Manfaat Tabung YEIS Untuk Motor 4 tak

10 Maret 2015 | Category Mesin, MODIFIKASI, MOTOR

Mechanic OnlinesManfaat Tabung YEIS Untuk Motor 4 tak – Brother semua udah pada tahu kan satu teknologi pada mesin 2 tak ini. Adalah Tabung YEIS ( Yamaha Energy Industion System ). Itu lho tabung yang terhubung dengan selang ke manipold. YEIS adalah suatu alat tambahan dalam sistem pemasukan yang originalnya didesain untuk meningkatkan efisiensi pada mesin 2 Tak atau 2 langkah ( Two Stroke ). Pada tahun 80an, Teknologi ini ngetrend dan banyak dipakai oleh Produsen Sepeda motor dengan nama teknologinya masing-masing di sepeda motor mereka. Teknologi ini pun masih dipakai sampai sekarang. Nama teknologi ini secara umum sih adalah Intake Chamber (IC).

Malah sekarang mulai banyak yang memasangnya di motor 4 tak. Kembali ke YEIS, Dalam menemukan dimensi optimal dari tabung YEIS, Yamaha melakukan penelitian yang akhirnya membuahkan hasil sebagai berikut:

Manfaat Tabung Yeis Untuk Motor 4 tak

Manfaat Tabung Yeis Untuk Motor 4 tak

Manfaat Tabung Yeis Untuk Motor 4 tak

Prinsip kerja menggunakan resonansi dari pulsa gelombang intake (pemasukan) / Intake pulse resonant. Prinsip kerjanya memanfaatkan fenomena yang ditemukan oleh tuan Hemholtz.Yaitu suatu formula universal yang mendasari teori resonansi gas dalam suatu tabung. Rumus umumnya adalah sebagai berikut:

F = Vs/2pi*((A/VC(L+1/2(A*pi)^0,5))^0,5

Keterangan :

  • F=frekuensi resonansi (Hz)
  • Vs=kecepatan suara dalam gas (cm/menit)
  • A=luas area tabung (cm^2)
  • L=panjang tabung (cm)
  • Vc=volume tabung (cm^3)
  • pi=3,14.

Dalam menentukan rumus untuk IC ( Intake Chamber ) yamaha menurut sumber melakukan penelitian pada sebuah mesin dengan spesifikasi sebagai berikut.

Bore/diameter piston = 56mm

Stroke/langkah piston 50mm

Port timing

Exhaust/lubang buang = 90deg

Transfer/lubang bilas = 121deg

Volume/kapasitas = 123cc

CR/kompresi = 1:6.67

Untuk kasus dalam IC ( Intake Chamber ) maka rumusnya berubah menjadi berikut ini :

F = a/2pi*((pi*(Dp/2)^2/Vb*(Lp+1,57*(Dp/2)))^0,5

Keterangan :

  • F = frekuensi resonansi/putaran mesin (Hz)
  • pi = 3,14
  • Dp = diameter batang pipa IC (cm)
  • Lp = panjang pipa IC (cm)
  • Vb = Volume tabung (bukan pipa) IC (cm)
  • a = kecepatan suara dalam gas, biasa digunakan 204000 cm/detik

Nah lho puyeng kan lihat rumusnya, hehehehe. gimana ngitungnya tuh. cuma sekedar berbagi aja apa yang saya temukan mengenai Yeis di internet. tentunya masih menyisakan satu pertanyaan. apa kesimpulan dari hasil penelitian Yamaha tersebut, berikut ini Hasilnya.

  • Volume dari tabung utama YEIS harus dibuat minimal sama dengan volume silinder mesin.
  • Luas penampang dari batang YEIS yang berada pada intake manifold harus minimal sama dengan ukuran luas penampang efektif karburator pada pembukaan yang diinginkan. Misal 1/4 throttle pada karburato 28mm sama dengan 1/4 x pi x (14)^2= 153,938mm^2.
  • Frekuensi maksimum dari YEIS harus dibuat sama dengan frekuensi (rpm) pada saat mesin mengalami TOT

Lalu bagaimana jika dipasang di motor 4 tak, apa bisa berpengaruh pada kinerja mesin, jawabanya Menurut John Robinson pada bukunya: 4 stroke Tuning, pemakaian intake chamber ( IC ) memberikan keuntungan dengan mengurangi blowback di karburator. Dan hasilnya tentu tenaga konsumsi bahan bakar yang lebih baik pada putaran rendah. Menurut sumber juga dari pengalaman pribadinya mengaplikasikan teknologi IC atau yang lebih familiar YEIS di motor 4 tak pada GL Pro dan Supra meningkatkan respon mesin pada putaran rendah.

Apakah anda ingin melakukan riset juga mengenai tabung yang satu ini di motor anda, selamat bereksperimen. ( Sumber : https://extraordinaryperson.wordpress.com/2011/06/27/928/ )

Kata Pencarian Artikel Ini:

tabung yeis, yeis, fungsi tabung yeis pada motor 4 tak, tabung yeis satria fu, tabung induksi motor 4 tak, fungsi yeis pada motor, fungsi yeis, cara membuat tabung yeis sendiri, ukuran tabung yeis, fungsi tabung yeis, manfaat tabung yeis, apa itu yeis, cara kerja YEIS, yeis adalah, apa itu tabung yeis

Manfaat Tabung YEIS Untuk Motor 4 tak | dedi kurnia | 4.5